216 Miliar Alokasi BLM

216 MiliarAlokasi BLM 1Hingga tahun 2013 untuk program penanggulangan kemiskinan melalui PNPM Mandiri Pedesaan di Kabupaten Grobogan telah menggelontorkan dana sebesar Rp 261,2 miliar. Dana sebesar itu, dialokasikan untuk 263 desa dan 18 kecamatan di Kabupaten Grobogan.

Dari bidang sarana prasarana telah terbangun jalan sepanjang 1.186 kilometer yang sebagian besar menggunakan rabat beton. Pembangunan 161 unit jembatan, sarana air bersih 36 unit, irigasi 15.964 meter, MCK 24 unit dan prasarana lain sejumlah 102 unit.

"Semua hasil yang telah dicapai di atas, semuanya hasil dari masyarakat desa sendiri dengan mekanisme musyawarah. Dan menggunakan prinsip dari oleh dan untuk masyarakat," kata Wakil Bupati Kabupaten Grobogan Icek Baskoro usai meresmikan Gedung Unit Pengelola Kecamatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan pemberian dana ke sejumlah masyarakat kurang mampu.

Selain sarana prasarana, dalam bidang pendidikan Pemkab Grobogan telah membangun sarana pendidikan sejumah 229 unit dan pelatihan ketrampilan pengembangan SDM sejumlah 547 orang. Ditambah prasarana pendidikan lain sebanyak 93 unit dan pemberian bea siswa kepada 16 siswa miskin. Sementara di bidang kesehatan, telah terbangun gedung kesehatan 22 unit, posyandu 106 unit, pemberian makanan tambahan kepada 4.253 anak balita dan prasarana kesehatan lainya 104 unit.

"Bidang pengelolaan dana bergulir dari modal awal sebesar Rp 42,5 miliar telah berkembang menjadi Rp 83,5 miliar. Ini menunjukkan ada peningkatan dan telah menghasilkan surplus bersih sebesar Rp 38,4 miliar," ujarnya.

Dari hasil surplus tersebut, mampu memberikan dana sosial kepada rumah tangga miskin (RTM) sebesar Rp 1 miliar. Banyaknya program yang berhasil PNPM Mandiri pedesaan makin mendekatkan pada skema perencanaan pembangunan regular yang dikelola oleh pemerintah daerah. Sehingga dapat menjamin sifat partisipatif sebagai tempat utama dalam pelaksanaan pembangunan.

"Diharapkan agar kegiatan UPK bisa membantu menekan angka kemiskinan masyarakat di Kabupaten Grobogan yang tinggal 16,1 persen," terang Icek.

Sementara itu, Camat Suroso mengatakan, program PNPM fisik untuk pembangunan infrastruktur sedangkan yang non fisik berupa kegiatan simpan pinjam. Dari dana PNPM telah memberikan dana sosial sebanyak Rp 90 juta, berupa obat-obatan, bronjong warung tenda yang dibagikan sekitar 200 orang lebih.

"Dari dana PNPM yang telah didapat, kami juga berhasil membangun gedung UPK PNPM Mandiri Wirosari dengan nominal pembangunan sebesar Rp 600 juta,"jelasnya.

Sementara itu, dari laporan penyelenggara Mukhtar menjelaskan, Badan Kerja sama Antar Desa (BKAD) dan UPK kecamatan pada kegiatan tahun 2008 hingga 2014 Kecamatan Wirosari UPK mendapatkan Suplus sebanyak Rp 10,1 Miliar. Yakni 75 persen berupa sarana dan prasarana dan 25 persen berupa Surat Pemberitahuan (SPT).